Postingan

Malam yang tak lelap

Gambar
Malam yang tak lelap Pada malam yang sunyi senyap Terbangun aku dari mimpi yg lelap Kulihat lelapnya yang lelah Semoga tak lelah aku padanya Kupandang wajahnya Tuhaaan ijinkan aku untuk selalu bisa memandangnya Begitu bisik sebagian hatiku. Pandanglah! Suatu hari kau tak lagi dapat memandangnya Begitu bisik sebagian hatiku yang lain. Kubelai rambutnya Tuhaaan... semoga aku bisa selalu membelainya Begitu bisik sebagian hatiku. Belailah dengan kasihmu! Suatu hari kau takkan dapat membelainya. Begitu bisik sebagian hatiku yang lain. Bening menetes dari mataku Ya.. suatu hari kita akan berpisah Aku atw Dia yg lebih dulu Memelukmu Tuhaan Sekecup maaf kujejakkan di keningnya Kugenggam tangannya dan kusimpan dalam dadaku. Kulelapkan kembali mataku sembari berbisik di hati. Tuhaaan semoga esok kami masih bisa saling menatap. Medio 25 oktober 2018 Novie noerman  yang gelisah

Sepenggal kisah bersama Ayah

Gambar
Sepenggal kisah bersama Ayah Ayah... baru sebentar aku merasakan jarimu dalam genggamanku, merasakan hangat dan binar tatapanmu Penuh asa yang membuncah di dadamu yang perkasa Ayah... baru beberapa hari saja rasanya aku melihatmu tekun memperbaiki jahitan layar perahumu yang tercabik oleh badai kehidupan. Ayah... baru kemarin aku melihat lirikan sayangmu Tersenyum bahagia menjagaku agar tak terjatuh dalam angkuhnya dunia. Ayah.... baru sehari saja rasanya aku menikmati kebersamaan bersamamu di cafetaria itu Mendengar sabar pada celotehku menjaga rahasia antara kau dan aku... Ayah ... baru beberapa jam yang lalu aku menggendong ransel kulit hadiah darimu saat aku masuk sekolah. Ransel terbaik yang kau belikan bersama cinta dan asamu untuk kusongsong masa depanku agar gemilang. Ayah ... baru beberapa menit rasanya berlalu Kau mengapitku berpose bersamaku yang bertoga Senyum bangga dan bahagia terukir dibibirmu Setitik bening yang tak luruh mengambang di sudut mata keriputmu yang me...

Tombak berhulu nibung

naskah cerita  TOMBAK BERHULU NIBUNG Untuk lomba menulis Cerita Silat Harian Rakyat Bengkulu Penulis Novie Noerman TOMBAK BERHULU NIBUNG Oleh:  Novie Noerman Dua orang muda duduk di atas batu Membang di tepi Lubuk kelam Api.  Gemerisik daun bambu kuning tertiup angin. Pohonnya berderet membentuk pagar, dan recik air sungai Tanjung Terdana tidaklah mengusik seriusnya percakapan antara keduanya.             “ Saudaraku, Kali ini Belanda sudah benar –benar keterlaluan. Hoofdbelasting (Pajak Kepala) yang mereka terapkan benar-benar merugikan dan menyengsarakan rakyat. Tidak dapat aku bayangkan setiap nyawa di negeri ini harus menanggungnya. Kita bisa kelaparan...” ucap Burniat dengan Geram.             “ Betul, saudaraku. Aku rasa Paman Depati Tanjung Terdana terpaksa melaksana...

Buluh Perindu

BULUH PERINDU By Novie Noerman Aku memandangi seraut wajah murung dihadapanku, seperti memikirkan suatu persoalan yang meresahkan hatinya. Ingin rasanya kuselami dasar hatinya dan mengetahui persoalan apakah itu? Mungkinkah karena kedatangan utusan raja Aceh kemarin? Berita apakah yang ia bawa? Sehingga menggundahkan hati tuanku . “Inang… inang!”  Panggil tuanku Puteri Cempaka Gading. Aku tersentak dari lamunanku. “Eh, iya tuanku, ada apa?” Cepat kujawab panggilannya. “Mengapa Inang memandangiku sedemikian rupa? Adakah yang salah pada diriku?” Tanya tuanku Puteri Cempaka Gading. “Ah, tidak ada tuanku, sayo hanya sedang berfikir.” “Apa yang sedang Inang pikirkan?” tanya tuanku ingin tahu. “sayo…sayo…” Aku ragu. “Ayolah Inang, katakan saja, jangan takut.” Ia meyakinkanku. “Tuanku, hari ini sayo lihat tuanku berwajah murung dan resah, seperti memikirkan suatu persoalan yang berat. Apakah karena kedatangan utusan raja Aceh kemarin yang membuat hati tuanku gundah?...