Sepenggal kisah bersama Ayah
Sepenggal kisah bersama Ayah Ayah... baru sebentar aku merasakan jarimu dalam genggamanku, merasakan hangat dan binar tatapanmu Penuh asa yang membuncah di dadamu yang perkasa Ayah... baru beberapa hari saja rasanya aku melihatmu tekun memperbaiki jahitan layar perahumu yang tercabik oleh badai kehidupan. Ayah... baru kemarin aku melihat lirikan sayangmu Tersenyum bahagia menjagaku agar tak terjatuh dalam angkuhnya dunia. Ayah.... baru sehari saja rasanya aku menikmati kebersamaan bersamamu di cafetaria itu Mendengar sabar pada celotehku menjaga rahasia antara kau dan aku... Ayah ... baru beberapa jam yang lalu aku menggendong ransel kulit hadiah darimu saat aku masuk sekolah. Ransel terbaik yang kau belikan bersama cinta dan asamu untuk kusongsong masa depanku agar gemilang. Ayah ... baru beberapa menit rasanya berlalu Kau mengapitku berpose bersamaku yang bertoga Senyum bangga dan bahagia terukir dibibirmu Setitik bening yang tak luruh mengambang di sudut mata keriputmu yang me...